Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Sehat
BPOM ajak Universitas Tsinghua berkolaborasi kembangkan ATMP
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-07 11:21:31【Sehat】367 orang sudah membaca
PerkenalanKepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menyampaikan kuliah umum kepada mahasaisw

Beijing (ANTARA) - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengajak mahasiswa, peneliti, dan industri di Universitas Tsinghua, Beijing, China, berkolaborasi dalam pengembangan Produk Obat Terapi Lanjutan(Advanced Therapy Medicinal Products/ATMP) di Indonesia.
"Kami ingin mengembangkan sains dan teknologi ke tahap lebih besar melalui konsep ABG: akademia, bisnis, dan government.Universitas Tsinghua, sebagai salah satu kampus terbaik di China, bisa bekerja sama dengan BPOM, termasuk transfer teknologi untuk dikembangkan di Indonesia," kata Taruna kepada ANTARA, Selasa (4/11).
Pernyataan itu Taruna sampaikan usai memberikan kuliah umum berjudul Regulatory Policy and Advanced Therapy Medicinal Products (ATMP) and Strategies to Accelerate Access to Innovative Medicinesdi Tsinghua.
Kuliah umum tersebut dihadiri sekitar 150 mahasiswa, dosen, peneliti, dan pelaku usaha bidang kesehatan.
ATMP adalah produk medis berbasis sel atau jaringan yang digunakan untuk pengobatan, pencegahan, atau diagnosis penyakit. Produk ini meliputi terapi sel, terapi gen, dan rekayasa jaringan, termasuk stem cell, sekretom, dan terapi gen.
Taruna menekankan pentingnya uji klinis sebagai pintu masuk pengembangan ATMP.
"Uji klinis memastikan keamanan, kualitas, dan kemanfaatan produk. Uji pra-klinis dilakukan dulu pada hewan, baru manusia," jelasnya.
Ia menambahkan, uji klinis juga membuka peluang investasi, termasuk pembangunan pabrik obat di Indonesia, dan peserta uji klinis memperoleh kompensasi finansial. Bila lolos, BPOM akan menerbitkan izin edar sehingga produk bisa digunakan masyarakat.
Taruna menyebut, 94 persen bahan baku obat di Indonesia masih impor, terutama dari China dan India.
"Gangguan impor bisa menimbulkan krisis obat. ATMP berbasis biologi menjadi harapan baru, karena saat ini 65 persen obat berbasis biologi," kata Taruna.
BPOM telah mengatur ATMP melalui Peraturan BPOM Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pedoman Penilaian Produk Terapi Advanced dan Peraturan Nomor 18 Tahun 2022 tentang Cara Pembuatan Obat Berbasis Sel dan Jaringan Manusia.
Produk yang mengalami manipulasi melebihi standar atau digunakan untuk tujuan non-homolog wajib mendapat izin edar BPOM.
Suka(2)
Artikel Terkait
- Memberdayakan petani lokal di SPPG Angsau Dua
- 1.938 pelajar di pulau penyangga Batam mulai dapat MBG
- Promosikan kuliner, makan gratis di Sungai Kapuas ramai pengunjung
- Pemerintah siapkan rapid test dan chef profesional kawal kualitas MBG
- Mentan: beras sumbang deflasi 23 provinsi berkat sinergi lintas sektor
- Pakar IPB paparkan nutrisi susu untuk tingkatkan gizi pada Program MBG
- Sukseskan MBG, TNI AD pelajari manajemen makanan militer Singapura
- Benarkah naiknya suhu panas dorong orang konsumsi gula tambahan?
- Joyland Sessions digelar November, ada L'Impératrice hingga TV Girl
- Perjuangan layanan MBG di Pulau Belakangpadang Batam
Resep Populer
Rekomendasi

526 rumah di Pandeglang terdampak banjir luapan sungai Ciliman

Mendag: TEI 2025 catat 8.045 pembeli dari 130 negara

SPPG Tambak Boyo OKU Timur mulai beroperasi layani 3.185 siswa

Pemkab Bogor mantapkan infrastruktur dan sertifikasi dapur MBG

Dari Qatar ke Cinere, Brian pilih memasak MBG demi senyum anak

Kemensetneg himpun masukan terkait pelaksanaan MBG di Manokwari

Ngak hanya enak, daun melinjo punya segudang manfaat sehat bagi tubuh

Guru SDN di Boalemo Gorontalo ungkap tantangan hadapi siswa dalam MBG